Open Pairs Bridge Tournament
Jakarta, 22-23 April 2017

OPEN PAIRS BRIDGE TOURNAMENT

Disponsori oleh : PT PLN Persero dan ACR Global Investments.

 

Atas prakarsa, Kelik Irwantono dari ACR Bridge Club munculah gagasan untuk menyemarakan kegiatan bridge di Indonesia karena menurut Kelik Irwantono, olahraga bridge akan menjadi popular di masayarakat jika ada banyak turnamen yang berhadiah besar. Ia yang juga pimpinan perusahaan ACR Global Investment langsung menyatakan siap menyelenggarakan event pertama ini dan selanjutnya akan menyelenggarakan Liga Bridge dalam bentuk pertandingan beregu.

Gayung bersambut, PT PLN Persero yang memang selama ini begitu peduli dan mendukung kegiatan bridge di tanah air langsung menyatakan ikut berpartisipasi. PT PLN Persero bersedia menyediakan gedung mewahnya di kantor pusat PT PLN Jakarta sebagai arena pertandingan. Selain itu menugaskan Elektrik Bridge Indonesia Bridge Klub dibawah pimpinan Hari Susanto untuk aktif membantu kegiatan ini.

PT PLN Persero memang selama ini menganggap olahraga bridge adalah satu olahraga yang seharusnya digemari oleh para pegawai PT PLN karena dalam olahraga ini ada dasar-dasar managemen yang kuat. Contohnya ketika bermain bridge, kedua pemain harus bisa bekerjasama, membagi informasi, selanjutnya mengolah informasi dan dalam waktu terbatas harus membuat keputusan dalam waktu yang singkat. Pengalaman seperti ini akan sangat bermanfaat dalam pekerjaan sehari-hari.

Mengapa di awal, kami memilih Kejuaraan Pasangan atau Pairs Tournament karena jenis pertandingan seperti ini yang sangat ramai di era tahun 70an dan 80an kini mulai menghilang. Padahal event pasangan seperti ini sangat bermanfaat untuk melatih ketajaman bermain serta ketekunan dan ketelitian dalam bermain dari waktu ke waktu.

Kemarin, baru saja kita semua mendengar berita gembira, olahraga bridge telah diputuskan secara resmi akan dipertandingkan di Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Ini adalah sejarah buat olahraga bridge dan dibuat oleh Indonesia. Hanya Indonesia yang mampu memasukan cabang olahraga bridge di Kejuaraan Multi Event, pertama tahun 2011 di SEA Games dan sekarang ke tingkat yang lebih tinggi, Asian Games.

Sebagai Road To Asian Games maka Open Pairs Bidge Tournament menjadi turnamen pertama menunju kesana. Pemilihan turnamen pasangan juga tepat karena jenis pertandingan pasangan di Asian Games akan memperebutkan 3 ( Tiga) medali emas dari nomor Pasangan Putra, Pasangan Putri an Pasangan Campuran.

Turnamen ini sesuai rencana akan digelar setiap tahun dan diharapkan tahun depan hadiahnya ditingkatkan dan sesuai pembicaraan dengan Yayasan Nawa Cita, diharapkan pada tahun depan akan diperebutkan Piala Nawa Cita.

Selanjutnya mengenai turnamen ini sendiri. Turnamen ini menjadi fenomenal karena ketika diumumkan, dalam tempo dua hari slot peserta langsung terpenuhi. Awalnya Panpel hanya membatasi 80 pasangan. Mengingat animo peserta akhirnya jumlah peserta ditambah menjadi 96 dan itupun langsung terpenuhi membuat Panpel kewalahan.

Mempertimbangkan karena peserta yang mendaftar berdatangan dari Riau, Sumbar, Babel, Sumsel, Kalsel, seluruh Jawa dan Sulawesi Utara serta Gorontalo akhirnya slot ditambah menjadi 104 pasangan.

Pertandingan akan diadakan dalam dua babak, babak pendahuluan hari Sabtu tanggal 22 April dimana akan diambil 13 pasangan untuk lolos ke babak final untuk bergabung dengan 3 pasangan seeded yang berasal dari ACR Bridge Club, EIBC Bridge Club dan seorang tokoh bridge sebagai penghargaan bertanding pada hari Minggu tanggal 23 April.

Bagi yang tidak masuk final akan mengikuti Swiss Pairs dan selain pemenang Swiss Pairs juga disediakan hadiah untuk Pasangan Senior, Pasangan Putri, Pasangan Mixed dan Pasangan Junior.

Pemenang selain mendapat Medali emas, Perak dan Perunggu juga mendapat hadiah uang pembinaan dengan total Rp. 109.500.000.