Kejuaraan Nasional Bridge ke-56
Kongres Gabsi ke XXV
Padang, 6-15 Desember 2018

Peraturan Umum

Untuk nomor pertandingan Kelas A dan B, setiap Propinsi mengikutsertakan masing-masing minimal dua tim pat-kawan dan boleh ditambah 1 atau 2 pasangan sebagai cadangan.

Pertandingan untuk Kelas A diadakan dua babak. Babak penyisihan akan berlangsung kompetisi @16 papan dilanjutkan babak knock-out (K/O). Babak penyisihan berlangsung tanggal 8 dan 9 Desember 2018 dimana peringkat 1-4 akan melanjutkan babak K/O untuk menentukan pemenang. Semi final dan final memainkan 2 dan 3 segmen@16 papan.

Sementara itu peringkat 5 akan berhadapan dengan peringkat 6 di babak play-off yang akan menentukan satu regu yang bertahan di Kelas A. Regu yang kalah di babak play-off akan menemani peringkat 7 dan 8 untuk degradasi ke Kelas B tahun berikutnya.

Peserta Antar Propinsi Kelas A: DKI Jaya, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, Gorontalo, Kalimantan Barat dan DIY.

Pertandingan di Kelas B diikuti propinsi diluar kelas A. Pertandingan babak penyisihan diadakan dua hari dengan sistim pertandingan disesuaikan peserta yang mendaftar. Biasanya diadakan dengan Sistim Swiss 7 session.

Peringkat 1 babak penyisihan Kelas B otomatis menjadi juara Kelas B sekaligus promosi ke Kelas A tahun berikutnya.

Peringkat kedua akan berhadapan dengan peringkat ketiga dan peringkat keempat akan berhadapan dengan peringkat kelima pada babak play off di hari ketiga.

Pemenang antara peringkat 2 vs peringkat 3 menjadi propinsi kedua yang promosi ke Kelas A tahun berikutnya. Propinsi yang kalah dalam pertarungan diatas akan berhadapan dengan pemenang duel peringkat 4 vs peringkat 5 untuk menentukan Propinsi ketiga yang akan promosi ke Kelas A.

Setelah Kejurnas Antar Propinsi maka Kejurnas Bridge 2018 akan di pertandingkan Antar Kabupaten/Kota.

Antar Kabupaten/Kota Klas A diikuti oleh 16 Kabupaten/Kota berdasarkan hasil Kejuaraan Nasional Beregu Antar Kabupaten/Kota tahun 2017, terdiri dari : Manado, Jakarta Pusat, Kudus, Minahasa, Kepulauan Talaud, Kota Bandung, Kota Bitung, Kota Surabaya, Kota Bekasi, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Bekasi, Indra Hulu, Tomohon, Jakarta Timur dan Kota Bogor

Babak Penyisihan menggunakan sistem round robin, setiap sesinya memainkan @12 papan. 4 (empat) regu terbaik lolos ke semifinal. Peringkat 1 berhak memilih lawan dari peringkat 34, peringkat 2 akan melawan sisanya. Pemenang akan bertanding di babak final. Regu yang menempati peringkat 1316, otomatis terkena degradasi turun ke Klas B pada Kejuaraan Nasional Antar Kota Tahun berikutnya.

Peringkat 912 melakukan play off untuk bertahan di Klas A. Peringkat 9 melawan peringkat 10, pemenang tetap berada di Klas A. Yang kalah menghadapi pemenang pertandingan peringkat 11 melawan peringkat 12 untuk bertahan di Klas A. Babak knock out dan play off akan memainkan 2 @16 papan.

Antar Kabupaten/Kota Klas B diikuti oleh regu Kabupaten/Kota yang tidak termasuk di Kejuaraan Antar Kota Klas A.

Pertandingan babak penyisihan dilaksanakan dengan Sistim Swiss 7 sesi@12 papan (dapat disesuaikan menurut jumlah peserta). Peringkat Akhir 1 hingga 4, berhak promosi ke Klas A pada Kejurnas Antar Kota tahun berikutnya.

Peringkat 58 akan bertanding memperebutkan 2 (dua) tempat yang tersisa. Ini masih bisa dilakukan sesuai atauran Peringkat 58 melakukan play off untuk naik ke Klas A. Peringkat 5 melawan peringkat 6, pemenang lolos ke Klas A. Yang kalah menghadapi pemenang pertandingan peringkat 7 melawan peringkat 8 dan yg menang naik ke Klas A.

Setiap segmet pada babak knock out akan memainkan @16 papan. Pada babak semifinal, Peringkat 1 dapat memilih lawan dari peringkat 3 atau 4, sedangkan peringkat 2 akan bertanding melawan sisanya, pemenangnya akan bertanding di babak final. Peringkat 5 akan bertanding melawan peringkat 6 untuk memperebutkan 1 (satu) jatah promosi ke Klas A. Regu yang kalah akan berhadapan dengan pemenang pertandingan antara peringkat 7 dan 8 untuk memperebutkan jatah terakhir promosi Klas A.

Catatan penting:

Bagi pemain yang sudah ikut Kejuaraan Antar Propinsi sebelumnya hanya diperbolehkan ikut Kabupaten/Kota dari Propinsi yang sama. Panpel tidak akan menseleksi pemain saat pendaftaran. Tapi kalau ditemukan ada pemain yang melanggar maka kedua tim yang diikuti pemain yang bersangkutan akan didiskuslifikasi.

Persyaratan Peserta

  1. Batas waktu perpindahan daerah minimal 3 (tiga) bulan sebelum pelaksanaan event, sesuai dengan AD/ART PB GABSI.
  2. Peserta kategori Senior berusia minimal 61 tahun atau akan mencapai usia 61 tahun pada tahun penyelenggaraan event.
  3. Peserta kategori Junior (U26) berusia maksimal 25 tahun, kelahiran pada atau setelah 1 Januari 1993.
  4. Peserta kategori Youngster (U21) berusia maksimal 20 tahun, kelahiran pada atau setelah 1 Januari 1998.